Arti Marhaban Ya Ramadhan yang Sebenarnya

Arti Marhaban Ya Ramadhan yang Sebenarnya

Sebentar lagi bulan suci Ramadhan akan segera tiba. Datangnya bulang suci ini identik dengan ucapan kalimat Marhaban Ya Ramadhan. Kalimat ini seringkali orang ucapkan di bulan suci Ramadhan, baik di poster, spanduk, maupun berita siaran di media sosial. Namun, apakah Anda tahu arti dari ucapan Marhaban ya Ramadhan tersebut? Nah, simak ulasannya berikut ini tentang arti Marhaban Ya Ramadhan.

Arti Marhaban Ya Ramadhan

Arti Marhaban Ya Ramadhan menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yaitu sebagai sambutan atau hormat terhadap tamu yang datang dan merupakan kata seru. Jadi, arti dari Marhaban Ya Ramadhan sendiri dalam Bahasa Indonesia yaitu ‘Selamat Datang Ramadhan’.

Selanjutnya, menurut Bahasa Arab, kata Marhaban adalah kata turunan dari ‘Rahb’ yang memiliki arti ‘lapang atau luas’. Dengan demikian, arti Marhaban dalam Bahasa Arab adalah kelapangan dada terhadap tamu yang akan datang.

Dalam hal ini, Marhaban menunjukkan kelapangan dada dan rasa gembira akan datangnya bulan suci Ramadhan. Jadi, kesimpulannya adalah kalimat Marhaban Ya Ramadhan memiliki arti ‘Selamat Datang Ramadhan’

Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu orang muslim nanti-nantikan. Hal ini karena dalam bulan suci Ramadhan terdapat banyak sekali keutamaan dan keistimewaan yang tidak ada di bulan lainnya. Maka dari itu, sebaiknya perbanyaklah amal ibadah dan kurangilah dosa di bulan suci Ramadhan ini.

Hukum Puasa di Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan suci yang penuh dengan kemuliaan dan keistimewaan. Pada bulan ini, segala pintu kebaikan terbuka lebar dan pintu neraka tertutup rapat. Oleh karena itu, seluruh umat muslim seharusnya melakukan banyak amal ibadah kebaikan di bulan ini dan menjauhi segala larangan agama.

Salah satu amal ibadah wajib di bulan suci Ramadhan ialah puasa. Umat muslim wajib berpuasa penuh selama bulan Ramadhan jika tidak memiliki halangan apapun, seperti nifas, haid, dan lainnya yang tidak memenuhi syarat sah berpuasa. Hukum berpuasa ini juga telah ada di dalam QS. Al Baqarah ayat 183 sebagaimana berikut ini.

Nah, itulah penjelasan mengenai arti Marhaban Ya Ramadhan dan juga hukum berpuasa di bulan Ramadhan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda.

Pengertian Overtrading dalam Dunia Forex

Pengertian Overtrading dalam Dunia Forex

Apapun konteksnya, segala sesuatu yang berlebihan akan membawa dampak yang kurang baik, termasuk dalam dunia trading. Setiap trader pastilah akrab dengan istilah overtrading. Istilah overtrading lebih dulu terkenal dalam trading saham, daripada trading forex.

Menurut traderhub, overtrading adalah sebutan untuk mendeskripsikan tindakan trader yang terlalu banyak membuka posisi pada market forex. Hal ini umumnya terjadi karena keterlibatan emosi trader. Overtrading kerap terjadi ketika trader mengalami kekalahan, atau ia terlalu serakah untuk meraup keuntungan dalam jumlah besar.

Apabila sudah begini, banyak trader yang lupa dengan konsep trading yang aman. Ketika trader tersulut emosi, mereka akan lupa mengkonfirmasi sinyal trading terlebih dahulu. Bahkan, mereka juga lupa untuk memastikan dan melakukan analisa mendalam sebelum memutuskan membuka banyak posisi. Trading tanpa adanya analisa yang jelas, akan memicu resiko kerugian yang cukup besar.

Begini Ciri dari Overtrading yang Perlu Anda Tahu

Dari pendahuluan singkat tadi, telah menggambarkan bahwa ovetrading adalah prilaku trading yang membahayakan. Tak hanya meningkatkan resiko kerugian yang besar, overtrading juga sangat berbahaya apabila menjadi sebuah kebiasaan. Agar Anda terhindar dari hal ini, ada baiknya Anda mengenali gejala atau ciri dari overtrading sedari dini. Kecenderungan trader untuk overtrading bisa dikenali berdasarkan ciri berikut, ini.

⦁ Apabila mendapati kemenangan berulang kali, trader akan besar diri. Sebaliknya, apabila mendapati kekalahan atau loss berulang kali, trader akan memaksakan dirinya untuk mengganti total kerugian yang ada.

⦁ Kerap merasa khawatir akan kehilangan dan tertinggal peluang.

⦁ Merasa tak tenang apabila tidak melakukan trading, tidak melihat chart meski sebentar saja. Hal ini terkenal pula dengan sebutan trader yang ketagihan trading.

⦁ Merasa jenuh dengan cara trading yang biasa saja. Trader tidak lagi merasakan adanya tantangan sekalipun sudah berhasil menuai keuntungan. Untuk mengusir rasa bosan, mereka akan mencari strategi baru yang belum teruji. Lebih bahaya lagi apabila mereka asal coba tanpa memperhatikan kemungkinan resiko yang sangat besar.

Gejala overtrading ini bisa terjadi kepada siapa saja. Namun, apabila Anda sudah mengetahui apa saja gejalanya, semakin mudah bagi Anda untuk menghindar. Untuk mengetahui, Anda bisa belajar di forum traderhub. Jadi, mulai saat ini pastikan diri Anda menghindari overtrading dan mampu menguasai emosi ketika menghadapi kemenangan dalam trading. Ingatlah bahwa semua yang berlebihan tidak akan selalu berujung dengan baik.

error: Content is protected !!